Selamat pagi DE KA I, aku hadir memijakmu untuk mencoba buktikan betapa kerasnya engkau. Sayang sekali aku di sini hanya untuk beberapa hari, bukan sampai minggu, bulan apalagi tahun. Tugas dari atasan, aku harus mendampinginya. Jadi aku tak seorang diri, juga bukan mengadu nasib. "Jakarta keras Bung!" Kata teman-temanku yang mungkin tak pernah singgah di sana. Ini kali ke tiga aku singgah dan aku selalu menemukan wajah-wajah keluarga. Kurasa engkau sama saja dengan Jogja, juga tak berbeda dari Denpasar ataupun Karangasem. Kekerasan memang selalu berdampingan dengan kelembutan, mereka seperti sekeping koin yang memiliki dua sisi. Berbeda namun selalu bersama. Jogja keras Bung! Nama Klitih sempat tren di sana. Denpasar keras Bung! Cari kerja terkadang harus bayar DP dahulu. Karangasem keras Bung! Angka putus sekolah tinggi, daerah 3T juga masih ada di sana. Leak yang paling sakti dan arak Bali nomor satu juga berasal dari sana. Jadi, tempat mana yang tak pun...
Ke mana harus sembunyi? Sedang daun pun memiliki mata.