Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Tolong Manipulatif

Seorang kawan bertanya "Bli, menurutmu apakah ada orang yang benar-benar minta tolong?" Kami terdiam sejenak sebelum dia melanjutkan "maksudku, sepertinya minta tolong itu hanyalah sebuah selubung. Sebenarnya ingin menyuruh, tetapi diperhalus dengan kata tolong". Aku yang sebelumnya juga pernah memikirkan hal yang serupa pun menjawab bahwa memang ada "minta tolong manipulatif". Orang yang benar-benar minta tolong tidak akan marah jika permintaannya tidak dipenuhi, namun peminta tolong manipulatif iya. Kata-kata semacam "aku sudah minta tolong baik-baik lho" adalah todongan. Maka dapat dipastikan bahwa permintaan tolongnya bukanlah permintaan, melainkan perintah. Kawanku menjelaskan lagi bahwa orang yang tidak menodong pun punya tendensi memerintah. Lagi-lagi dia mengatakan bahwa "tolong" hanyalah untuk memperhalus saja. Ada perhitungan bahwa orang yang dimintai tolong akan menolongnya, jadi itu sebenarnya adalah perintah. "Karen...

Terpenting

Kasih, kapan lagi kita berbincang mengenai hal-hal yang tak penting bagi sebagian besar orang? Mengobrol tentang suara kentut yang merdu, retsleting celana macet, upil yang tak kunjung mau keluar atau aroma pencetan komedo misalnya. Kurasa kita terlalu menggebu mengejar target-target yang entah untuk apa kita mengejarnya, dan untuk siapa kita memimpikannya. Hal-hal semacam membahagiakan orang tua, membuat leluhur bangga, membungkam mulut tetangga, menjadi lebih beruang daripada om dan tante, sejatinya itu semua bukan urusan kita. Kau tahu itu namun masih juga tak mau berhenti. Terlalu banyak hal penting yang ingin segera kau capai, terlalu penuh otak kita dengan hal-hal yang menjanjikan kebahagiaan. Ujung-ujungnya yang kau lakukan hanyalah memamerkan hal yang menarik saja, tak mau kalah epik dibanding mereka, tak boleh terlambat mengikuti apa yang sedang hangat dibicarakan. Sebegitu pentingkah dunia luar bagimu? Lebih pentingkah dari dirimu sendiri? Sempatkah engkau merenungkan hal...