Turunkan pandanganmu, sebab tak semua orang memancarkan energi positif, jangan menatap sembarangan, tatapan dapat menjadikan energi itu berpindah. Bisa saja energi tak baik itu berasal darimu kepada mereka, juga mungkin sebaliknya. Intinya adalah menggunakan energimu sendiri untuk dirimu sendiri. Bertahanlah dengan energi yang kau punya, jika harus mengirimkan energi itu kepada orang lain, salurkan melalui karya, jangan mengirimkan energi murni melalui tatapan atau pikiran. Lonjakan energi dari pikiran dapat membuat seisi ruangan berubah getarannya. Lonjakan energi berupa emosi, jadikanlah bahan bakar karya. Karya yang dibuat dengan emosi positif, bisa membangkitkan emosi positif penikmatnya, meskipun semua bergantung pula pada keadaan si penikmat tatkala menikmati karya tersebut. Karya yang dibuat dengan emosi negatif pun dapat membangkitkan hal positif si penikmat, sebab itulah lebih baik mengalirkan emosi ke dalam karya. Sebarkan karyamu yang positif, simpan yang negatif. Suatu ...
Ke mana harus sembunyi? Sedang daun pun memiliki mata.