Tuhan, apakah surga itu layak untuk diperebutkan? Bolehkah jika aku membuang kesempatan untuk masuk ke dalamnya dan memilih untuk bersamamu saja? Orang-orang mengakuisisi surgamu dan membuatku mulai muak lagi. Setelah sekian lama aku mencoba untuk percaya pada nurani yang ada dalam setiap insan, kini aku mulai kembali tidak yakin. Dosen Agamaku berkata “Tujuan mereka adalah surga, tujuan kita moksa” apakah moksa hanya bisa dicapai oleh orang yang berKTP Hindu? Lalu bagaimana dengan Krhsna dan Siddharta yang tak punya KTP? Mereka bahkan tidak mengklaim diri beragama Hindu. Sementara aku meyakini bahwa Muhammad dan Yesus telah mencapai moksa, aku dikatakan sebagai “tak mungkin mencapai surga”. “Ambil saja surga itu!” kataku, sebab jika surga hanya berisikan orang-orang fasis, maka derita pulalah yang akan ada di sana. Jika aku masuk surga yang sedemikian rupa, bukankah berarti aku fasis juga? Tapi memang iya aku fasis, sebab itulah aku menganggap mereka perlu merombak pemikirannya. ...
Ke mana harus sembunyi? Sedang daun pun memiliki mata.