“Receh” saat ini menjadi istilah yang digunakan untuk mewakilkan sesuatu yang tak terlalu berharga. Mulai dari lelucon yang terlalu pasaran, selera humor rendah, hingga permintaan maaf jika uang yang digunakan untuk berbelanja adalah receh. Mengapa receh dianggap sebegitu rendahnya hingga yang jatuh di jalan sering kali tak dihiraukan? Material yang digunakan untuk membuat uang keping dewasa ini memang tak seberharga uang logam zaman dahulu yang merupakan logam mulia. Ini mungkin merupakan penyebab betapa recehnya uang logam saat ini. Meski demikian, uang kertas yang beredar tentu tak lebih berharga daripada uang logam jika dihitung berdasarkan materialnya. Selembar uang seratus ribu Rupiah jika dibakar hanya akan menjadi abu, sedangkan sekeping uang seratus Rupiah jika dibakar (dilebur) tetaplah merupakan logam, yang sudah tentu memiliki nilai jual lebih tinggi daripada abu sisa pembakaran selembar seratus ribu tadi. Uang kertas konon berawal dari surat tanda kepemilikan logam ...
Ke mana harus sembunyi? Sedang daun pun memiliki mata.