Kasih, kapan lagi kita berbincang mengenai hal-hal yang tak penting bagi sebagian besar orang? Mengobrol tentang suara kentut yang merdu, retsleting celana macet, upil yang tak kunjung mau keluar atau aroma pencetan komedo misalnya. Kurasa kita terlalu menggebu mengejar target-target yang entah untuk apa kita mengejarnya, dan untuk siapa kita memimpikannya. Hal-hal semacam membahagiakan orang tua, membuat leluhur bangga, membungkam mulut tetangga, menjadi lebih beruang daripada om dan tante, sejatinya itu semua bukan urusan kita. Kau tahu itu namun masih juga tak mau berhenti. Terlalu banyak hal penting yang ingin segera kau capai, terlalu penuh otak kita dengan hal-hal yang menjanjikan kebahagiaan. Ujung-ujungnya yang kau lakukan hanyalah memamerkan hal yang menarik saja, tak mau kalah epik dibanding mereka, tak boleh terlambat mengikuti apa yang sedang hangat dibicarakan. Sebegitu pentingkah dunia luar bagimu? Lebih pentingkah dari dirimu sendiri? Sempatkah engkau merenungkan hal...
Ke mana harus sembunyi? Sedang daun pun memiliki mata.