Dalam sebuah perbincangan ringan, akan timbul beberapa pertanyaan dan pernyataan yang cukup berat dan cukup serius. Seperti yang terjadi semalam, kami berbincang-bincang sambil menonton drama Korea, dan satu pertanyaan serius muncul “bagaimana cara mendalami ilmu Agama, tapi tidak menyelam terlalu dalam?” aku terdiam sesaat, tertawa geli karena merasa bahwa diri ini dianggap menyelam terlalu dalam oleh kawanku itu. Pertanyaan yang diajukan oleh kawanku itu mungkin merupakan pertanyaan yang pernah muncul di setiap pikiran orang yang menganut agama. Lalu, apa jawabku? Apa jawabmu? Apa jawab Guru Agama? Aku menjawab pada diriku sendiri dengan pertanyaan “Tergantung, seberapa jauh kau mampu menyelam? Seberapa dalam ilmu itu? Seberapa yakin dirimu merasa mampu menyelami hingga dapat disebut ‘terlalu dalam’?” Kita terlalu takut memasuki lautan kebenaran, sering kali karena merasa takut sendiri. Sendiri ketika ingin menyelam, sedangkan teman-teman kit...
Ke mana harus sembunyi? Sedang daun pun memiliki mata.