Orang seleweng, apakah mereka penyebab berakhirnya peradaban? Atau mereka hanyalah penanda? Kita semua adalah penyeleweng yang handal namun mungkin tak menyadari atau berpura-pura lurus untuk mengingkari. Kita adalah pemberontak kecil yang tak mau terlihat memberontak agar hidup tetap aman dalam aliran. Sebagian pemberontak besar atau mungkin mereka yang hanya sekadar berani menunjukkan pemberontakannya menjadi orang yang kita kagumi, atau bahkan kita agung-agungkan. Aturan yang kita anut, apa benar membuat kita manut? Sebuah sentilan terasa di dalam hati ketika kita mulai mengajukan pertanyaan "apakah aku orang yang tunduk pada aturan?" Taat aturan sepertinya hanya sebuah kepura-puraan, kita hanya tak suka dipersalahkan, di belakang layar kita mengumpat, di luar pengawasan kita mulai melepas atribut ketaatan. Aturan apapun -bahkan yang kita buat sendiri- pasti pernah kita langgar baik sengaja maupun tidak. Mengapa kita melanggar? Apakah karena keteraturan itu mulai teras...
Ke mana harus sembunyi? Sedang daun pun memiliki mata.