"Semua kopi itu enak, kita saja yang sok tahu"
Mungkin bukan soal sok tahu, hanya soal selera dan kebiasaan.
Beberapa orang suka minum kopi dengan gula, beberapa lainnya suka jika ditambahkan krimer, ada yang suka kopi pahit, bahkan ada yang suka mengunyah biji kopi. Apakah minum kopi pahit lebih nikmat daripada mengunyah biji kopi? Lagi-lagi..... Ini adalah masalah selera. Tak ada yang salah dan tak ada yang paling benar, meski lebih banyak yang menyepakati cara menikmati yang satu, bukan berarti mereka tidak setuju dengan cara menikmati yang lainnya.
Berdasarkan jenis kopi, selera orang juga tentu tak akan sama. Kopi yang punya rasa asam membuat beberapa orang berkata "nikmat" sementara yang terbiasa dengan kopi pahit justru bilang "aneh", ia coba tambahkan gula, kemudian makin kecewa pada rasa asam yang makin pekat. Apa mereka tergolong orang sok tahu?
Dari sudut apa yang dinikmati, juga dapat kita bedakan. Ada yang menikmati pahitnya rasa kopi, ada yang menikmati efek melek setelah ngopi, ada yang menikmati obrolan di kedai kopi, ada yang menikmati baca buku ditemani kopi, ada yang menikmati kekeluargaan di meja ngopi, ada yang menikmati biskuit yang dicelup kopi, ada juga yang hanya menikmati aroma kopi, ada yang lupa paste setelah ngopi (ini beda konteks). Ketika sekumpulan orang ngopi sambil berbincang, dan di saat yang sama seseorang berada di pojok sendirian komat-kamit sambil menatap lembaran buku. Bukan urusan sok tahu sepertinya, hanya kenikmatan bagi setiap orang memang berbeda.
Kopi membantu kita berekspresi, boleh diminum panas atau pakai es, dicampur gula, krimer atau coklat. Hidangan bagi Bapak-bapak, anak-anak, Ibu-ibu, kakak-kakak maupun dedek-dedek gemes. Selalu menjadi kawan setia bagi para pemberontak atau penegak, ada di ruang bos pun karyawan, di bintang lima juga kaki lima.
Kopi mungkin tak kenal waktu, disuguhkan pagi atau malah menjelang pagi, untuk mereka yang baru saja terjaga dan akan berangkat kerja, atau mereka yang masih terjaga sampai selesai tugas-tugasnya. Kopi seduhan Ibu, atau juru seduh di kedai kopi, bukanlah sesuatu yang layak untuk kita persaingkan, sebab bicara soal selera takkan pernah ada habisnya, dan perbedaan selera bukanlah perkara sok tahu.
Mungkin saya satu-satunya yang sok tahu di sini.....
Komentar
Posting Komentar