Kata seorang kawan, bayi terlahir dengan tangan terkepal, di mana itu membuatnya menyimpulkan bahwa hidup adalah untuk mendapat (menggenggam).
Jika kulihat lagi, semakin bertumbuh, bayi itu mulai membuka tangannya, jadi yang pertama harus dipelajari manusia adalah membuka telapak tangan sebelum belajar menggenggam.
Ketika seorang mati, tangan jenazah diletakkan di dadanya dengan kondisi telapak yang terbuka, jika memang tangan menyimbolkan sesuatu, bukankah tangan terbuka berarti melepas?
Kita terlahir mungkin membawa sebuah bekal, cita-cita, impian, atau justru hutang, yang mana ingin segera kita lunasi agar hidup tak hanya dipenuhi dengan pertanyaan "apa sebenarnya tujuan hidupku". Sayangnya, kita tak benar-benar tahu daftar hutang itu, sehingga kita tak segera membayarnya.
Hidup hanyalah pinjaman, begitu pula dengan tubuh yang suatu saat harus kita kembalikan pada alam. Alam selalu punya celah untuk mengambil apa yang merupakan miliknya.
Jika kulihat lagi, semakin bertumbuh, bayi itu mulai membuka tangannya, jadi yang pertama harus dipelajari manusia adalah membuka telapak tangan sebelum belajar menggenggam.
Ketika seorang mati, tangan jenazah diletakkan di dadanya dengan kondisi telapak yang terbuka, jika memang tangan menyimbolkan sesuatu, bukankah tangan terbuka berarti melepas?
Kita terlahir mungkin membawa sebuah bekal, cita-cita, impian, atau justru hutang, yang mana ingin segera kita lunasi agar hidup tak hanya dipenuhi dengan pertanyaan "apa sebenarnya tujuan hidupku". Sayangnya, kita tak benar-benar tahu daftar hutang itu, sehingga kita tak segera membayarnya.
Hidup hanyalah pinjaman, begitu pula dengan tubuh yang suatu saat harus kita kembalikan pada alam. Alam selalu punya celah untuk mengambil apa yang merupakan miliknya.
Komentar
Posting Komentar