Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2023

Ikigai

Barusan aku membaca sebuah tulisan kutipan kata-kata Osho . Kata-katanya kurang lebih menjelaskan bahwa kesibukan hanyalah cara kita untuk membunuh waktu. Katanya 99% kegiatan kita hanyalah cari-cari kesibukan, bukan sibuk yang sebenarnya. Maka dia menyarankan untuk beristirahat sambil berproses. Kucoba untuk menariknya ke dalam diriku, melihat kembali kegiatan-kegiatan yang membuat hariku – yang durasinya sama saja 24 jam seperti orang lain – terasa penuh. Pagi-pagi aku bangun antara jam 6 sampai 8. Sebagun itu aku langsung merapikan tempat tidur lalu lanjut dengan membereskan kotoran kucing. Kotoran kucing kumanfaatkan sebagai pupuk di kebun. Kutimbun dengan dedadunan kering agar baunya tidak kemana-mana. Setelah selesai dengan kotoran kucing, aku lanjut menyiapkan sarapan lalu makan. Terkadang aku mandi sebelum berangkat ke tempat kerja, biasanya tidak. Jam 10 pagi hingga 5 sore aku berada di tempat kerja, kebanyakan memang terisi dengan planga-plongo, melihat media sosial dan berma...

Apresiasi

Ada yang mengatakan bahwa sikap paling kejam yang dapat dilakukan oleh manusia adalah ketidakpedulian. Mengritik, menghina bahkan mencaci masih belum ada apa-apanya, sebab di situ masih ada perhatian. Orang yang mengritik, harus fokus pada sesuatu yang dikritik, tetapi orang yang tidak peduli… ya tidak peduli. Kemudian sikap yang disebut sebagai “paling baik” adalah mengapresiasi. Apresiasi yang katanya merupakan sikap terbaik, ternyata tidak selalu diindahkan oleh orang. Kecurigaan mengakibatkan apresiasi yang kuberi justru dianggap “pujian yang bertujuan”, entah bertujuan untuk menjatuhkan nantinya, atau untuk cari muka. Menurutku apresiasi sangatlah berbeda dengan pujian. Apresiasi adalah penghargaan yang pas dan apa adanya, tidak melebihkan pun tidak mengurangi, sementara pujian adalah sesuatu yang hiperbolis. Kucoba memperhatikan kebiasaanku dalam menyikapi perilaku orang, apresiasi ternyata menjadi pilihan pertamaku sementara pujian menjadi pilihan terakhir. Kritik merupakan pili...