Aku menunggu datangnya suatu waktu, seolah akan lebih baik daripada yang kini ada di hadapanku. Aku menanti datangnya esok hari yang sepertinya lebih indah daripada hari ini. Sembari menunggu, aku masih sempat merasa takut, takut jika nanti tak berjalan sesuai rencana ataupun jika terjadi sebuah bencana. Aku hanya ingin masa depanku bahagia adanya. Mengharapkan kebahagiaan tiba di waktu yang diinginkan, membuatku berpikiran bahwa manusia tak benar-benar ingin hidup bahagia. Manusia hanya suka membayangkan kebahagiaan di alam pikirannya sementara kebahagiaan telah duduk bersila di sebelahnya berharap akan segera digubris. "Apa kau ada waktu untukku?" Tanya si bahagia yang langsung saja dibahas bentakan oleh si manusia "tidak hari ini kawan! Aku sedang sibuk mempersiapkan diri untuk dapat bersama denganmu!". Alam khayal sepertinya membuatku tak sadar bahwa segala yang kumau telah bertengger di pelupuk mata. Saking buta mataku, saking abai rasaku, saking sempu...
Ke mana harus sembunyi? Sedang daun pun memiliki mata.