Sedikit demi sedikit hal yang
kucita-citakan mulai tercapai (lagi) setelah sekian lama kurasa hidupku kosong
tanpa tujuan, kini harapan telah ada kembali. Hidupku terasa nikmat ketika
kusedekahkan untuk pelayanan sesama manusia. Berdatangan orang-orang baik,
orang-orang cerdas, orang-orang tulus yang entah ada berapa banyak lagi dari
mereka yang masih masuk di daftar antri untuk bertemu denganku. Atau sebenarnya
aku yang telah masuk di daftar anri untuk bertemu dengan mereka.
Semalam rapat
relawan berlangsung di depan kamar kostku. Kamar yang sebelumnya bahkan aku
sendiri tak betah berada di dalamnya dan membuatku merasa malu ketika ada orang
yang menengok dari luar. Kini kamar itu mulai memancarkan daya tariknya yang
mungkin begitu pula dengan diriku.
Sesederhana membereskan
kamar dengan menyingkirkan hal-hal yang tak menimbulkan rasa senang, begitu
pula aku harus membereskan diriku dengan menyingkirkan hal-hal yang tak kusukai.
Dulu aku sangat suka mengritik sementara aku tak suka dikritik, maka seharusnya
kusingkirkan kritik tersebut dari diriku. Sebab aku tak bahagia karenanya, aku
harus segera membuangnya. Jika aku sendiri tak sudi menerimanya mengapa aku
harus memaksa orang lain untuk mendengarkannya? Sedikit berbeda dengan barang
yang bisa dihibahkan kepada orang yang memerlukan, keburukan diri hanya boleh
disingkirkan.
Mencari sisi
baik dari setiap yang kita hadapi mungkin tidaklah mudah tetapi, bukankah di
situ letak keseruannya? Jika mudah untuk apa diperjuangkan? Sementara sebaliknya
dari sisi buruk sesuatu, orang pasti bisa menemukannya, bahkan sekalipun ia
bukan orang yang cerdas. Kritik rupanya bukan indikator kecerdasan sebab yag
bodoh pun bisa melakukannya.
Setelah berhasil
menyingkirkan yang tak kusukai, waktunya meletakkan hal-hal yang kusuka di
tempatnya. Aku suka ketika mendapat apresiasi maka seharunya aku juga
memberikannya pada orang lain. Seperti aku mengundang kawan-kawan relawan sehingga
mereka sepakat untuk melaksanakan rapat di tempat yang kusukai, orang-orang juga
sepertinya akan lebih tertarik pada diriku ketika aku pun suka pada diriku. Untuk
menjadi suka pada diriku, aku harus menyingkirkan hal-hal yang tak kusuka dari
diriku dan meletakkan hal yang kusuka pada tempanya.
@Kost Santren
06 April 2019
04:00 PM
Komentar
Posting Komentar