Guruku yang terkasih, sampai kapan kau akan melihat para siswamu sebagai suatu kegagalan? Mereka tak mencapai apa yang kau maui, lalu kenapa? Apakah tujuanmu mengajar hanyalah agar mereka menjadi pencapai apa yang telah kau perintahkan? Ketidakberhasilan kami adalah kegagalanmu juga. Apa kini telah kau sadari bahwa mendidik bukan perkara mudah? Bahwa menyampaikan ajaran tak bisa hanya lewat perintah atau titah. Mana lakumu? Itu saja kau tunjukkan pada kami belum tentu bisa kami ikuti, apalagi jika kau hanya berteori. Kau tak bisa menyuruh kami mengaplikasikan ilmu yang kau berikan jika yang kau apresiasi hanyalah goresan tinta di lembar-lembar kertas ujian. Asam garam kehidupan telah kau rasakan sebelum kami, namun apakah kau sudah pernah merasakan asamnya kopi? Pernahkah kau menemukan rasa pahit dalam gula? Pernahkah kau merasakan manisnya cabai? Jika belum, mungkin saja kau perlu belajar dari kami, karena rasa bukan hanya dari garam. Mungkinkah kepekaanmu juga berkurang akib...
Ke mana harus sembunyi? Sedang daun pun memiliki mata.