"kau belajar terlalu banyak hal sehingga tidak fokus" kata seorang kawanku. Pikirku, apakah manusia bisa belajar terlalu banyak? Begitu banyak hal yang dapat dipelajari lalu mengapa membatasi diri untuk belajar? Nikmati saja proses belajar itu. Bukankah belajar harus sepanjang hayat? Belajar tak akan pernah cukup. Cukup saja tak akan pernah, bagaimana mungkin bisa disebut terlalu banyak?
Fokus mungkin merupakan salah satu hal yang paling kuinginkan sejak dulu, namun rupanya kehidupan telah memerkosaku lewat keluargaku, kawan-kawanku bahkan guru-guruku. Mau tak mau ya terima saja terima, sebab meronta tak ada gunanya, meminta tolong harus pada siapa? Telah pernah kusebut apa yang kumau, di mana letak hasratku, juga kupamerkan bakat serta karyaku. Hasilnya? Kata jangan yang kudengar dari mereka, maka bagaimana solusinya wahai manusia setengah dewa? Aku mental saja ya? Boleh ya?
Membangkang sepertinya adalah pilihan bijak ketika kita hidup di dalam kebijakan-kebijakan yang tak bijak. Apa saja yang tak sesuai, tolak! Toh bakatku yang tak sesuai selera mereka atau tak mendapat restu mereka juga ditolak.
Bisa fokus adalah hal istimewa, sebab zaman telah bergeser ke era multitasking. Jadi untuk apa terlalu fokus? Terlalu konsentrasi pada gitar membuatmu bingung dalam menyanyi Bung! Chattingan harus bisa sambil ngobrol Nona! Memasak nasi bisa sambil menjemur pakaian sebab zaman telah berganti! Fokus? Yang benar saja. Terlalu fokus akan membuatmu kecewa sebab hidup memang harus berisikan penolakan.
Memang manusia harus fokus. Pada dirinya sendiri, pada kesempatan berikutnya setelah penolakan, pada langkah kebangkitan setelah terjatuh. Gali sepuluh kali lipat di titik yang sama, bukannya menggali satu kali lipat di sepuluh titik yang berbeda. Tapi membuat sumur dan menanam ubi adalah dua hal yang berbeda bukan? Untuk apa menimbun batang ubi di lubang sedalam satu meter? Sepuluh sentimeter saja sudah cukup.
Tidak semua orang merupakan penggali sumur, ada juga yang bekerja sebagai penggali kubur.
@Kost Santren
4 Maret 2019
01:35 AM
Komentar
Posting Komentar