Setiap dari kita adalah donatur di muka bumi. Kita menyumbang berbagai macam hal mulai dari yang manfaat sampai yang menjadi sumbat bagi kelancaran kehidupan. Akupun bertanya pada diri sambil mengingat-ingat yang telah berlalu “Apa saja yang telah kusumbangkan pada bumi? Lebih condong ke arah mana kah sumbanganku?” yang mana membuatku terpikir juga terhadap aliran. Jika hidup merupakan aliran, mungkin memang lebih baik untuk mengikuti arusnya daripada harus menyumbat perjalanan. Melawan arus yang selama ini didewa-dewakan oleh orang-orang yang sukses dalam kehidupan dunia – atau setidaknya mereka yang menginginkan kesuksesan – apakah itu tidak sama dengan melawan kehendak Tuhan? Masih saja aku berkutat dengan diriku setelah seperempat abad mengedarkan diri ke berbagai penjuru di muka bumi. Orang-orang yang kukenal pun yang mengenalku, orang-orang yang mengajariku dan kuajari, orang orang yang membantuku dan yang kurasa aku telah membantu mereka, apakah hadirku dalam hidup mereka t...
Ke mana harus sembunyi? Sedang daun pun memiliki mata.