Aku menunggu datangnya suatu waktu, seolah akan lebih baik daripada yang kini ada di hadapanku. Aku menanti datangnya esok hari yang sepertinya lebih indah daripada hari ini. Sembari menunggu, aku masih sempat merasa takut, takut jika nanti tak berjalan sesuai rencana ataupun jika terjadi sebuah bencana. Aku hanya ingin masa depanku bahagia adanya.
Mengharapkan kebahagiaan tiba di waktu yang diinginkan, membuatku berpikiran bahwa manusia tak benar-benar ingin hidup bahagia. Manusia hanya suka membayangkan kebahagiaan di alam pikirannya sementara kebahagiaan telah duduk bersila di sebelahnya berharap akan segera digubris. "Apa kau ada waktu untukku?" Tanya si bahagia yang langsung saja dibahas bentakan oleh si manusia "tidak hari ini kawan! Aku sedang sibuk mempersiapkan diri untuk dapat bersama denganmu!".
Alam khayal sepertinya membuatku tak sadar bahwa segala yang kumau telah bertengger di pelupuk mata. Saking buta mataku, saking abai rasaku, saking sempurna mimpiku, hingga aku lupa bahwa mimpi baru dapat dibilang sempurna ketika telah nyata adanya. Sementara ketika mimpi-mimpi tua yang telah usang mulai menyatakan dirinya, aku sibuk dengan mimpi baruku.
Tak ada ruang bagi bahagia tuk singgah, pun tak ada izin baginya untuk menjamah, mungkin karena kuhabiskan waktuku untuk berbenah.
@Kontrakan Concat
09:00 AM
20 Desember 2019
Komentar
Posting Komentar