Ada anak yang disebut manja oleh orang tuanya hanya karena ia menangis ketika terluka. Anak yang lainnya dibilang hebat oleh orang tuanya hanya karena menghabiskan makan siangnya. Ada orang tua yang merasa kejam pada anaknya karena anaknya merantau untuk mencari ilmu. Ada juga orang tua yang memisahkan anak dengan kekasihnya dengan alasan "demi kebahagiaan" si anak. Orang tua manja, anak manja, anak kejam, pun kekasih yang dapat membahagiakan kurasa tak dapat disamaratakan tolak ukurnya pada setiap orang.
Aku pernah bertemu orang tua yang kekanak-kanakan. Aku pernah bertemu remaja yang bermuka tua. AKu pernah beretemu juga dengan anak yang bersikap dewasa. AKu pernah bertemu dengan anak yang dimanjakan oleh orang tuanya namun memilih hidup mandiri. Aku pernah bertemu orang tua yang masa kanak-kanaknya begitu mandiri kemudian memanjakan anaknya. Aku pernah bertemu kakak yang diposisikan adik oleh adiknya. aku juga pernah bertemu kekasih yang berperilaku seperti orang tua pasangannya. Jenis-jenis mereka sepertinya tak dapat kita patok dengan kata "seharusnya" sebab tak ada hal yang mutlak benar ataupun mutlak salah selama dilakukan oleh manusia, begitu pula dengan kalimat ini, tidak sepenuhnya benar.
"Saya ingin anak saya bahagia, tidak menderita seperti saya dahulu" kata orang tua yang memanjakan anaknya. "Zaman Bapak muda dulu, mana ada kemudahan seperti yang kamu alami sekarang? Kamu harusnya bersyukur!" kata anak yang sedang berusaha menirukan gerak-gerik orang tuanya yang ia anggap kejam. "Ini semua demi kebaikan kamu sayang....." kata kekasih yang berperilaku sebagai orang tua pasangannya. "Ya.... dia maunya begitu, jadi saya mendukung saja" kata orang tua yang anaknya memilih mandiri. "Maaf tadi aku bersikap kekanak-kanakan di depan Ayahku. Aku melakukannya sebab ia suka ketika aku demikian." kata seorang anak sambil melepas topeng kekanak-kanakannya.
Sebagai seorang manusia, aku bertanya di manakah posisiku jika disandingkan dengan mereka semua? Aku adalah seorang anak namun juga cukup tua. Aku manja di titik tertentu, mandiri di pojokan lainnya, kejam juga iya, terkadang mencampurkan sikap sok tua dengan kekanak-kanakan. Kadang aku adalah adik yang diposisikan kakak, juga sering menjadi senior yang dijuniorkan oleh adik tingkatku. jadi..... di manakah posisiku jika disandingkan dengan mereka? Atau aku adalah mereka semua? Atau mereka yang kulihat sebenarnya hanya kutemukan di cermin?
Sabtu, 16 November 2019
@RSUD Soppeng
02:18 AM
Komentar
Posting Komentar