"Jangan egois dong!" kata seseorang di pojokan kedai kopi. Hentakan suaranya membungkam riuh bincang para pelanggan kedai, meski sejenak. Seketika itu muncul pernyataan di dalam benakku "lalu, membentak semacam itu apakah bukan egois namanya?"
Apa sebenarnya arti dari kata egois? Aku jadi penasaran dan bertanya pada Kamus Besar Bahasa Indonesia. Muncul penjelasan "orang yang mementingkan diri sendiri". Lalu mulailah aku mengecek ke dalam diriku. Apakah aku orang yang egois? Apakah aku mementingkan diri sendiri?
Coba kulihat.... Ketika aku lapar, aku makan. Ketika mataku mengantuk, aku tidur. Ketika aku lelah, aku istirahat. Ketika aku tak suka sesuatu, aku menghindar. Hmmm..... Sepertinya memang sangat mementingkan diri sendiri.
Aku belajar supaya aku pintar. Aku olah raga agar aku sehat. Aku jadi vegan karena aku suka. Ketika mereka berkomentar kontra tentang pilihan-pilihanku itu, aku sudah siap senjata berupa data-data. Kelihatannya memang sangat egois.
Dalam hal mencintai juga sepertinya tak jauh berbeda. Fokusku dalam mencintai saat ini adalah "memberi cinta". Rasanya mulai tak peduli pada balasan yang diberikan. Orang yang pernah berkhianat pun masih kucintai. Bodo amat soal pengkhianatan yang pernah dilakukan. Mereka hanya berkhianat sekali padaku, sisanya tidak.
Kupikir, buat apa menyiksa diri dengan mendendam? Tidak ada faedahnya! Lebih baik menghabiskan tenaga dan pikiran untuk mencintai orang-orang, atau mengerjakan hal-hal yang kucintai. Kesehatan mentalku adalah hal yang sangat penting, jadi persetan dengan krlakuan orang lain. Egois sekali sepertinya.
Kulihat lagi orang di pojokan kedai kopi yang tadi sempat membentak. Dia tampak minta maaf pada teman-temannya. Tentu itu akan mengembalikan nama baiknya. Egois sekali bukan?
@Omah Peace
08 November 2020
06.58 pm
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus