Kau yang berhati mulia, terimakasih atas perhatianmu padaku.
Kau selalu menasehatiku untuk mengamplas kekuranganku, menghaluskan bagian-bagian yang masih saja kasar meski telah kupoles dengan berbagai pernak-pernik.
Kau yang ingin aku menjadi sosok sempurna, persis seperti yang ada dalam bayangan idealismemu.
Pahat aku lagi amplas aku lagi kritisi aku lagi dan lagi, hingga kau tak ada lagi waktu untuk memperhatikan dirimu sendiri.
Aku bersyukur memiliki kawan yang sangat perhatian bagai dirimu, tapi untung apakah dirimu jika nantinya aku menjadi ideal seperti yang kau mau? Pun jika aku sempurna, mungkin kau akan tetap sama saja.
Kau sempurna apa adanya kawan, setidaknya mungkin itu yang ada dalam benakku, kau benar, kau baik, kau mulia, setidaknya untuk saat ini menurut sudut pandangmu, dan menurutku memang tak perlu aku mengajarimu ini dan itu.
Aku tak akan menyarankan apapun jika kau tak meminta saran, selama kau tahu yang mana seharusnya dan yang tidak, itu saja sudah cukup. Tahu mungkin tak akan pernah cukup jika belum sampai di pelaksanaan, namun itu saja sudah lumayan untuk menjadi tolak ukur langkahmu berikutnya.
Pelajaran darimu, akan kuingat baik-baik, meski mungkin suatu saat aku yang akan mengajarimu tentang hal itu.
Kau selalu menasehatiku untuk mengamplas kekuranganku, menghaluskan bagian-bagian yang masih saja kasar meski telah kupoles dengan berbagai pernak-pernik.
Kau yang ingin aku menjadi sosok sempurna, persis seperti yang ada dalam bayangan idealismemu.
Pahat aku lagi amplas aku lagi kritisi aku lagi dan lagi, hingga kau tak ada lagi waktu untuk memperhatikan dirimu sendiri.
Aku bersyukur memiliki kawan yang sangat perhatian bagai dirimu, tapi untung apakah dirimu jika nantinya aku menjadi ideal seperti yang kau mau? Pun jika aku sempurna, mungkin kau akan tetap sama saja.
Kau sempurna apa adanya kawan, setidaknya mungkin itu yang ada dalam benakku, kau benar, kau baik, kau mulia, setidaknya untuk saat ini menurut sudut pandangmu, dan menurutku memang tak perlu aku mengajarimu ini dan itu.
Aku tak akan menyarankan apapun jika kau tak meminta saran, selama kau tahu yang mana seharusnya dan yang tidak, itu saja sudah cukup. Tahu mungkin tak akan pernah cukup jika belum sampai di pelaksanaan, namun itu saja sudah lumayan untuk menjadi tolak ukur langkahmu berikutnya.
Pelajaran darimu, akan kuingat baik-baik, meski mungkin suatu saat aku yang akan mengajarimu tentang hal itu.
Menarik, bahwasanya orang selalu berekspetasi seseorang sesuai dg yg diingkannya.
BalasHapusMungkin karena cita-cita yang tak tercapai
Hapus