Jam memukul di
sembilan lima belas, aku menarik badanku yang sambungan tulang-tulangnya sudah
seperti tak berpelumas. Suara menyerupai kentungan pun muncul dari sendi-sendi
itu, mungkin karena terlalu lama kudiamkan di posisi duduk, atau karena
akhir-akhir ini ada hujan dalam mimpiku, dan aku bermain di tengahnya yang
membuat mimpiku jadi basah. Sendi-sendi itu padahal baru berumur dua puluh
tahunan, mengapa usia pakainya begitu pendek?
Pikiranku
berkata bahwa ini masih pagi, sementara orang mulai berdatangan dan mengisi
kursi kosong. Mereka membuka komputer jinjing dan mulai mengerjakan hal-hal
yang entah apa. Persis sepertiku yang juga tak mereka tahu sedang mengerjakan
apa. Mengerjakan sesuatu, bisakah disebut sebagai telah memiliki pekerjaan? Jika
batas ukurnya adalah uang, tentu ini adalah pekerjaan dengan efisiensi dan
efektivitas yang sangat rendah.
Tubuhku merasa
bahwa ini masih malam, meski jelas-jelas si kuping mendengar adzan subuh
berkumandang beberapa jam yang lalu. Kurasa ia begitu serakah, tidur tiga
sampai empat jam masih dirasa kurang, atau mungkin ia sedang berbincang mesra
dengan kasur saat aku memaksanya melangkah ke kamar mandi sekadar untuk mencuci
mukanya yang usang. Si mata melotot, namun huruf-huruf di layar tampak memudar.
Konektivitas otak ke mata sepertinya perlu penguat sinyal yang dikenal dengan
nama kopi.
Mas Win sang
pengawas ruangan lewat dengan senyumnya. Kucoba membuka catatan ingatan di
otakku, dan bertanya “kapan terakhir kali melihat senyum itu?”. Dua tahun lalu?
Ya, di tempat yang sama dan dalam situasi yang serupa. Dua tahun lalu masih ada
beberapa wajah sepantaranku. Dua tahun lalu, masih ada yang menyapaku. Dua tahun
lalu sendi-sendi itu belum terlalu berkarat seperti sekarang.
Sinar matahari
masuk menembus kaca jendela, sepertinya mendung di luar telah berpindah tempat,
begitu juga dengan waktu. Jarum jam kini telah menunjuk angka sepuluh dan satu.
Aku? Bagaimana dengan aku? Aku juga ngin berpindah dari tubuh ini ke tubuhku
yang lain, tubuh yang tak perlu pelumas, tubuh yang tak perlu tidur, atau
mungkin menjadi diri yang tak perlu tubuh.
4 Desember 2018
@TPSDP
10:07AM
Komentar
Posting Komentar