Ada sebuah toples yang penuh terisi kata, lalu seorang gadis memasukkan tangan ke dalamnya, mengaduk-aduk dan mengambil sebuah untuk dibaca. Gadis itu membacanya namun tanpa suara, membiarkan orang-orang menunggu dalam rasa penasaran. Beberapa mulai bergunjing dan bertanya "mengapa ia tak membacakannya?".
Gadis itu menundukkan kepala dan memejamkan kedua matanya. Tangan ia cakupkan di depan dada. Bergeming bibirnya, namun tak juga keluar suara.
Menit berlalu, gadis itu mendekatiku, menyodorkan tangan mungilnya yang mengepal. Kutengadahkan kedua tanganku, ia jatuhkan kata itu di atasnya. Kini aku tahu mengapa ia tak bersuara. Kata yang ia ambil adalah "doa", dan untuk membaca doa memang tak harus bersuara.
4 Desember 2018
Masih di @Kopi Genk
03:26 am
Gadis itu menundukkan kepala dan memejamkan kedua matanya. Tangan ia cakupkan di depan dada. Bergeming bibirnya, namun tak juga keluar suara.
Menit berlalu, gadis itu mendekatiku, menyodorkan tangan mungilnya yang mengepal. Kutengadahkan kedua tanganku, ia jatuhkan kata itu di atasnya. Kini aku tahu mengapa ia tak bersuara. Kata yang ia ambil adalah "doa", dan untuk membaca doa memang tak harus bersuara.
4 Desember 2018
Masih di @Kopi Genk
03:26 am
Komentar
Posting Komentar